Minggu, 19 Januari 2014

Mitra Kukar & SFC Pesta Gol

              Persik Kediri gagal melanjutkan grafik positif di turnamen Inter Island Cup (IIC). Pada pertandingan perdana babak delapan besar di Stadion Manahan, Solo, Minggu(19/1) malam, tim berjuluk Macan Putih menderita kekalahan berat 7-2 di kaki Mitra Kukar.

Rafael Maitimo dan Zulham Zamrun mencetak hattrick, plus gol Anindito Wahyu. Sedangkan Persik hanya memperkecil malu via Dicky Firasat dan Rendy Irawan. Ini kekalahan berat pertama yang dialami Macan Putih selama pra musim. Perbedaan kelas sangat terlihat di laga itu.


Mencetak gol cepat lewat aksi Dicky Firasat di menit 4 tak membuat taring Persik semakin tajam. Justru performa terus merosot dan gol Mitra Kukar mengalir dengan mudah ke gawang Tedi Heri. Pelatih Persik Aris Budi Sulistyo mengakui timnya kehabisan tenaga di babak delapan besar ini.

"Faktor stamina memang saya khawatirkan dan akhirnya benar-benar terjadi. Saya tidak berani menginstruksikan permainan menyerang karena stamina pemain bisa habis sebelum 90 menit. Di babak pertama saja kondisi fisik sudah kelihatan menurun," ujar Aris Budi selepas laga.

Padatnya jadwal babak penyisihan serta belum siapnya aspek fisik secara matang harus dibayar Macan Putih dengan kekalahan telak. Aris menunjuk faktor persiapan yang ala kadarnya membuat timnya tertinggal jauh dari Mitra Kukar yang selama pra musim menjalani tur ke Spanyol.

"Dari hasil ini bisa dilihat bahwa Persik belum sepenuhnya siap ke ISL. Bertanding di kandang sendiri bisa memenangkan pertandingan, tapi tidak ketika bermain di luar kandang. Perlu pembenahan lebih dalam lagi untuk benar-benar siap ke ISL," jelas pelatih muda ini.

Persik sebelumnya sempat menjanjikan setelah secara heroik lolos ke delapan besar dengan tiga kemenangan beruntun, kontra Persegres Gresik United, Persiba Bantul dan Persebaya Surabaya. Tapi performa itu sirna di depan Naga Mekes walau Persik menurunkan komposisi terbaiknya.

Sementara, pada saat bersamaan juga terjadi banjir gol di Stadion Kanjuruhan, Malang. Sriwijaya FC sukses mencabik-cabik gawang Perseru Serui dengan skor 8-0. Padahal sehari sebelumnya Perseru sempat merepotkan tuan rumah Arema Cronous dan hanya kebobolan satu gol lewat penalti.

Tapi malam itu Perseru gagal melanjutkan performa terbaiknya dan malah jauh lebih buruk. Lancine Kone mengoyak jala Perseru lima kali, ditambah dua gol Anis Nabar dan gol Diogo Santos. Bagi Sriwijaya FC hasil ini juga sulit dipercaya mengingat sebelumnya dihantam Barito Putra 4-1.

Sriwijaya FC pun masih memiliki kesempatan lolos ke final walau sulit. Bercokol di peringkat tiga klasemen sementara, Laskar Wong Kito harus mengalahkan Arema Cronous di laga terakhir, dengan catatan Barito Putra kalah atau seri lawan Perseru Serui.

Tidak ada komentar: