Persik Kediri gagal melanjutkan grafik positif di turnamen Inter Island
Cup (IIC). Pada pertandingan perdana babak delapan besar di Stadion
Manahan, Solo, Minggu(19/1) malam, tim berjuluk Macan Putih menderita
kekalahan berat 7-2 di kaki Mitra Kukar.
Rafael Maitimo dan
Zulham Zamrun mencetak hattrick, plus gol Anindito Wahyu. Sedangkan
Persik hanya memperkecil malu via Dicky Firasat dan Rendy Irawan. Ini
kekalahan berat pertama yang dialami Macan Putih selama pra musim.
Perbedaan kelas sangat terlihat di laga itu.
Mencetak gol cepat
lewat aksi Dicky Firasat di menit 4 tak membuat taring Persik semakin
tajam. Justru performa terus merosot dan gol Mitra Kukar mengalir dengan
mudah ke gawang Tedi Heri. Pelatih Persik Aris Budi Sulistyo mengakui
timnya kehabisan tenaga di babak delapan besar ini.
"Faktor
stamina memang saya khawatirkan dan akhirnya benar-benar terjadi. Saya
tidak berani menginstruksikan permainan menyerang karena stamina pemain
bisa habis sebelum 90 menit. Di babak pertama saja kondisi fisik sudah
kelihatan menurun," ujar Aris Budi selepas laga.
Padatnya jadwal
babak penyisihan serta belum siapnya aspek fisik secara matang harus
dibayar Macan Putih dengan kekalahan telak. Aris menunjuk faktor
persiapan yang ala kadarnya membuat timnya tertinggal jauh dari Mitra
Kukar yang selama pra musim menjalani tur ke Spanyol.
"Dari hasil
ini bisa dilihat bahwa Persik belum sepenuhnya siap ke ISL. Bertanding
di kandang sendiri bisa memenangkan pertandingan, tapi tidak ketika
bermain di luar kandang. Perlu pembenahan lebih dalam lagi untuk
benar-benar siap ke ISL," jelas pelatih muda ini.
Persik
sebelumnya sempat menjanjikan setelah secara heroik lolos ke delapan
besar dengan tiga kemenangan beruntun, kontra Persegres Gresik United,
Persiba Bantul dan Persebaya Surabaya. Tapi performa itu sirna di depan
Naga Mekes walau Persik menurunkan komposisi terbaiknya.
Sementara,
pada saat bersamaan juga terjadi banjir gol di Stadion Kanjuruhan,
Malang. Sriwijaya FC sukses mencabik-cabik gawang Perseru Serui dengan
skor 8-0. Padahal sehari sebelumnya Perseru sempat merepotkan tuan rumah
Arema Cronous dan hanya kebobolan satu gol lewat penalti.
Tapi
malam itu Perseru gagal melanjutkan performa terbaiknya dan malah jauh
lebih buruk. Lancine Kone mengoyak jala Perseru lima kali, ditambah dua
gol Anis Nabar dan gol Diogo Santos. Bagi Sriwijaya FC hasil ini juga
sulit dipercaya mengingat sebelumnya dihantam Barito Putra 4-1.
Sriwijaya
FC pun masih memiliki kesempatan lolos ke final walau sulit. Bercokol
di peringkat tiga klasemen sementara, Laskar Wong Kito harus mengalahkan
Arema Cronous di laga terakhir, dengan catatan Barito Putra kalah atau
seri lawan Perseru Serui.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar